14 November, 2009

Arti Sahabat



Bukan, ini bukan soal lirik lagi Nidji dengan judul sama: Arti Sahabat. Walopun aku pas baca dan meresapi liriknya, ngiri banget sama isi lagu ini yang bercerita tentang persahabatan sejati, yang walaupun ada perbedaan dan berbagai rintangan, tapi kedua sahabat masih saling bergenggaman erat melewati semua masalah dan kesalahpahaman mereka. Karena bukankah sahabat memang begitu seharusnya?

Aku cuma pengen cerita, berbagi beban tepatnya. Berbagi rasa sedih dan kecewa yang sedari berbulan-bulan lalu mengganjal di hati. Aku bingung, sebenarnya, apa sih arti SAHABAT itu? Apakah orang yang telah melupakan kita pantas disebut sahabat?

Dulu, semasa kuliah S1, aku punya 2 orang sahabat. Mereka bukan cuma teman duduk bersama ketika kuliah atau teman belajar bersama. Mereka, teman berbagi cerita, dari masalah pacar, teman maupun keluarga, atau segala cerita lain yang terjadi di hidup kami. Mereka teman berbagi suka maupun duka, berbagi sedih dan bahagia. Teman belanja bareng, nonton bareng, gila-gilaan bareng. Sampai akhirnya, setelah 4 tahun kebersamaan kami saat kuliah, kami bertiga wisuda bareng.

Entah kenapa, semenjak wisuda, salah seorang diantara sahabatku susah sekali buat diajak ketemu. Selalu saja ada alasan. Memang sih, cuma dia yang ga ngelanjutin kuliah profesi apoteker dan memutuskan untuk bekerja. Tapi segitu sibuknya-kah dia, sampe dari hari terakhir kami wisuda bareng dan hingga detik ini, dia ga pernah punya waktu, bahkan sedetik pun, buat ketemu kami, buat kembali bercengkrama seperti dulu, seperti yang sebelumnya biasa kami lakukan?

Sudah setahun berlalu, aku ga pernah bosan untuk mengajak ketemu. Tapi dia selalu beralasan sibuk. Sudah berapa kali traktiran ulang tahun yang dia lewatkan dan ga ikut gabung makan bersama dan jalan bareng bersama kami? Bukan cuma ga mau diajak ketemu, sekali pun dia ga pernah ngehubungin kami, ga pernah berbagi lagi cerita bersama kami walopun cuma lewat sms. Kalo bukan kami yang lebih dulu ngehubungin, mana pernah dia ingat buat ngehubungin kami, kecuali satu sms di hari ulang taun kami. Aku sedih, kecewa banget.

Dua bulan lalu dia ulang tahun. Aku sampe desperate ngajak dia ketemu buat ngasi kado pemberian kami. Sampai akhirnya kami memutuskan kalo sampai bulan ini (yang sebulan lalu dia janjikan buat ketemu), tapi dia masih tetap ingkar, kami akan men-drop kado di pintu rumahnya. Ini satu-satunya cara terakhir kami. Bahkan kami sepakat, setelah hari itu, kami akan ngelupain dia dan ga akan pernah lagi berharap dianggap sahabat olehnya. Mungkin hanya sebatas di sini arti persahabatan kami untuknya. Hanya sampai sebatas kebersamaan kami semasa kuliah. Hufff.





Eniwei, walopun itu keputusan kami, sejujurnya kami kangen masa-masa itu, masa-masa dimana kami 4 tahun bersama. Ga mudah buat aku kami ngelupain 4 tahun kebersamaan kami. Tapi nampaknya aku kami benar-benar harus ngelupain dia. Terakhir minggu lalu kami lihat di foto-foto facebook-nya, dan kami lihat foto perayaan ulang tahun dia bersama teman-teman barunya. Sepertinya melupakannya memang jalan terbaik buat kami.


13 comments:

Sang Cerpenis bercerita on Sabtu, November 14, 2009 2:47:00 PM mengatakan...

mungkin dia memang sibuk kali

desieria on Sabtu, November 14, 2009 6:40:00 PM mengatakan...

@ mba fanny: ah, sibuk bukan alesan yg tepat untuk diberikan sepanjang tahun!

Aulawi Ahmad on Sabtu, November 14, 2009 10:46:00 PM mengatakan...

Ikut komen ya :), perubahan itu selalu terjadi dalam hidup, seperti yg kamu alami dgn sahabatmu itu...maklumi aja mungkin dia memang sudah berubah dan kita tidak bisa memaksakan....doakan yang terbaik buat dia :)

mamah aline on Minggu, November 15, 2009 9:07:00 PM mengatakan...

sabar aja ya, temanmu mungkin punya dunia nya yang lain, pasti dia itu ngehindar deh biar gak tau apa alsannya

desieria on Minggu, November 15, 2009 9:10:00 PM mengatakan...

@ mas aulawi ahmad: iya nampaknya dia udah berubah dan mau ga mau aku harus menerima dia :D

lidya on Minggu, November 15, 2009 9:51:00 PM mengatakan...

yang penting bukan mbak yang menutuskan tali silaturahmi ya. sudah mencoba kalau tanggapan dia seprti itu mungkin lain kali dicoba lagi

desieria on Senin, November 16, 2009 8:07:00 AM mengatakan...

@ mba lidya: iya mba sedih dapet sahabat PALSU kaya gini :(

namaku wendy on Senin, November 16, 2009 8:44:00 AM mengatakan...

waaa senangnya yah punya sahabat
yah mskipun demikian tapi cerita indah akan selalu di kenang to, sabar yah! inget yg indah2 aja, jangan yg jeleknya meskipun itu mungkin sulit ^_^

desieria on Senin, November 16, 2009 10:06:00 AM mengatakan...

@ mba wendy: siip, makasih yaa mba

Ria on Selasa, November 17, 2009 9:52:00 AM mengatakan...

aduhhh neng...gimana kalau diomongin baik2?
sayang juga sahabatan udah 4 thn kok bisa tiba2 menjauh...mungkinkah ada konflik?

Setelah diomongin baik2 tapi orangnya masih nyebelin gitu ya sudah...lupakan dia sebagai sahabat tapi tetep jaga hubungan baik

desieria on Selasa, November 17, 2009 4:59:00 PM mengatakan...

@ ria: udah berkali-kali say, kami ngajakin dia ketemu buat ngomongin dan tau alesan kenapa dia jadi begitu, tapi yaa itu dia-nya yg ga mau ketemu ma kita.
Siiip, makasih yaa nasehatnya, sepertinya emang harus nganggep dia 'temen' biasa aja ky yg lain..

Elsa on Rabu, November 18, 2009 8:55:00 AM mengatakan...

aku suka banget sama foto yng paling bawah tuh. simpen baik baik ya. nanti setelah 20 tahun kemudian, pasti fotonya jadi snagat berharga!

desieria on Rabu, November 18, 2009 4:56:00 PM mengatakan...

@ mba elsa: iya mba, aku juga suka banget. itu zaman masih akrab2nya heuheu

 

Just About Me Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei; Image header by Desi Eria R.